Judul : Cara kreatif Mendapatkan Modal
link : Cara kreatif Mendapatkan Modal
Cara kreatif Mendapatkan Modal
Modal adalah alasan yang paling banyak diungkapkan oleh orang-orang saat ditanya kenapa tidak menjalankan bisnis. Untuk itulah ini ditulis, untuk membuka mata bahwa ternyata ada 101 cara kreatif mendapatkan modal yang bisa dilakukan oleh siapa saja. Sebelum kita membahas ke-101 cara kreatif mendapatkan modal tersebut, ada baiknya kita bahas apa saja yang menyebabkan orang sulit mendapatkan modal.
Penghambat Mendapatkan Modal
1. Anggapan bahwa modal itu selalu uang tunai. Ini sering kali membuntukan pikiran kita, banyak orang selalu berpikir bahwa yang disebut modal itu selalu identik dengan uang tunai, sehingga tidak ada uang tidak ada modal. Jika kita mau membuka pikiran, kita akan melihat modal dalam bentuk lain sebagai padanan dari uang tunai tersebut. Modal adalah sesuatu yang membuat kita bisa memulai dan menjalankan bisnis. Tidak selamanya dalam bentuk uang tunai. Lalu apa saja jika bukan uang tunai? Jawabannya adalah dalam bentuk pertanyaan juga, jika kita memiliki modal uang, akan dugunakan untuk apa uang tersebut? Jawabannya tentu untuk membeli aset dan untuk pembiayaan-pembiayaan. Jadi jika kita tidak memiliki modal uang tunai, tetapi kita bisa mendapatkan aset dan melakukan pembayaran, apakah itu bukan modal? Ingat bahwa modal usaha bisa dalam bentuk aset atau bisa membayar biaya produksi, gaji, dan pembiayaan lainnya tanpa menggunakan uang kita sendiri.
2. Tidak Mau Membayar Untuk Modal. Setiap modal yang kita dapatkan selalu ada bayarannya. Jika kita meminjam ke bank atau lembaga peminjaman lainnya, kita harus membayar bunga. Jika kita menggunakan uang sendiri pun ada bayarannya, yaitu hilangnya kesempatan untuk menggunakan uang itu untuk keperluan lain. Bayaran untuk modal tidak selamanya dalam bentuk uang lagi, bisa juga dalam bentuk kerja keras, waktu, keuletan, dan kegigihan Anda. Itu sudah menjadi konsekuensi, jika tidak memiliki modal uang, kita bisa menggunakan apa yang kita bisa kita lakukan. Begitu juga, kita harus mau berbagai keuntungan dengan
orang lain yang bersedia berbagai aset dengan kita.
3. Tidak mau bertahap. Saat seseorang membutuhkan modal sebesar Rp 100 juta, banyak orang yang hanya berpikir bagaimana mendapatkan uang sebanyak itu sekaligus. Padahal kita bisa mencapai uang sebesar itu jika kita mau mendapatkan secara bertahap. Mulailah dari seberapa uang yang kita miliki kemudian cari cara bagaimana cara menambahnya sampai mendapatkan uang sebesar yang kita miliki.
4. Tidak sadar dengan aset sendiri. Sebenarnya kita memiliki aset yang bisa kita gunakan untuk memulai bisnis. Rumah yang Anda miliki adalah aset, termasuk apa yang ada didalamnya, seperti kulkas, blender, alat masak, kursi, meja, dan sebagainya. Cobalah pikirkan ide bisnis apa yang bisa dijalankan dengan menggunakan aset yang sudah kita miliki. Selain aset dalam bentuk benda, kita juga memiliki aset lainnya yang berupa keterampilan kita, pengetahuan kita, pengalaman kita, teman-teman kita. Tidak selamanya aset itu dalam bentuk benda atau uang, pokoknya aset adalah sesuatu yang (bisa) menghasilkan uang bagi Anda. Sekali lagi, cobalah pikirkan ide bisnis apa yang bisa dijalankan dengan menggunakan aset yang sudah kita miliki.
Cara lain yang bisa kita lakukan dengan aset yang kita miliki ialah memanfaatkannya untuk mendapatkan modal sehingga bisa terkumpul untuk menjalankan bisnis yang sudah kita rencanakan. Anda bisa menyewakan gedung yang Anda miliki, Anda bisa menjual pengetahuan yang Anda miliki,
dan berbagai cara lainnya.
dan berbagai cara lainnya.
Cara-cara Mendapatkan Modal Usaha
Mendapatkan aset atau biaya
1. Profit sharing dengan pemilik bangunan atau tempat Berapa biaya yang diperlukan untuk mendapatkan tempat usaha? Cukup besar! Untuk di Bandung saja bisa sampai ratusan juta dalam setahun. Untuk bisnis-bisnis kecil bisa mulai dari Rp 3 jutaan sampai puluhan juta. Jumlah uang yang lumayan bukan? Kita bisa menghemat modal uang kita jika kita bisa mendapatkan tempat dengan cara profit sharing. Memang, meskipun kita tidak perlu menyediakan uang pada awal bisnis untuk tempat usaha, tetapi kelemahan cara ini ialah kita harus membagi keuntungan dengan pemilik tempat. Tetapi ingat ini adalah “bayaran” yang harus kita keluarkan. Ini jauh lebih baik daripada tidak memiliki keuntungan sama sekali. Jika Anda merasa keberatan membagi keuntungan secara terus menerus, Anda bisa menggunakan cara ini sebagai batu loncatan saja. Buat saja perjanjian bahwa profit sharing ini dilakukan dalam jangka waktu tertentu saja, sebaiknya tertulis, tanda tangan di atas materai, lebih baik lagi di depan notaris jika memungkinkan. Kentungan dari perjanjian ini ada dua, pertama pemilik tempat tidak akan memutuskan kerja sama ditengah perjalanan yang bisa mengganggu bisnis kita. Kedua kita memiliki kesempatan jika kita tidak mau melanjutkan kerja sama setelah kontrak selesai, sehingga tidak ada kewajiban secara terusmenerus harus kerja sama. Bagaimana dengan pembagian keuntungan? Saya belum menemukan aturan bakunya. Pembagian bisa ditentukan berdasarkan negosiasi saja. Berapa yang akan Anda berikan kepada si pemilik tempat. Mulailah dengan angka kecil dulu, biarkan dia nawar sampai batas tertentu yang Anda mau berikan
Untuk memperkirakan besar pembagian, kita perlu mempertimbangkan berapa besar andil sebuah tempat bagi bisnis Anda. Cara lain ialah dengan memperkirakan keuntungan Anda, kemudian dibandingkan dengan harga wajar menyewa tempat. Contoh, jika perkiraan keuntungan bisnis Anda Rp 3.000.000 per bulan atau Rp 36.000.000 per tahun. Berapa biaya sewa wajar pertahunnya? Misalnya sekitar Rp 3.000.000 atau 8% dari keuntungan. Melihat angka ini bisa menawarkan 10% profit sharing bagi pemilik tempat, selebihnya adalah negosiasi. Di mana mendapatkannya? Saya sendiri sudah banyak mendapat tawaran untuk profit sharing seperti ini. Tawaran akan datang sejalan dengan banyaknya jaringan yang kita miliki dan kepercayaan orang kepada kita. Cara lain ialah dengan sering-sering membaca iklan di surat kabar atau
majalah bisnis. Saya sering menemukan iklan dengan tawaran seperti ini.
2. Menggunakan bangunan yang sama untuk penghematan
Ide kedua ialah menggunakan bangunan yang sama untuk penghematan. Ada 2 orang teman yang bergerak dibidang pendidikan. Mereka telah menyewa gedung, namun masih ada ruang yang tersisa dan mereka menawarkan kepada saya untuk menggunakan gedung bersama, tujuanya ialah untuk menghemat biaya gedung. Saya mengambil salah satu tawaran, lumayan bisa menghemat 50% biaya untuk sewa gedung, lumayankan? Cara mendapatkan tawaran seperti ini sama dengan cara ke satu. Kuncinya ialah jaringan dan kita aktif mencari. Kemudian tidak ada pembagian keuntungan dengan cara ini. Yang perlu diperhatikan ialah bisnis yang dilakukan masing-masing harus bukan pesaing. Bisa produknya yang berbeda, bisa juga target pasarnya yang berbeda.
3. Menitipkan produk ditempat orang lain
Dengan cara ketiga ini, Anda tidak perlu memiliki gedung untuk menjual produk. Berapa uang yang bisa dihemat? Bayaran yang bisa Anda tawarkan kepada pemilik tempat adalah potongan harga. Bayaran yang harus Anda bayar untuk Anda sendiri ialah kemauan mencari orang yang mau dititipi produk kita.
Contohnya ialah saat saya bisnis makanan, saya menyimpan makanan tersebut diwarung-warung. Adik saya menitipkan tas mute di toko-toko temannya. Penjual susu bahkan menitipkan produknya disetiap rumah yang memiliki lemari es untuk didistribusikan ke tetangganya. Strategi ini tidak selalu dilakukan oleh perusahaan kecil, perusahaan besar pun banyak yang melakukan strategi ini.
4. Mendapatkan tempat dengan imbalan sponsorship untuk produk pemilik tempat Ini adalah ide kreatif lainya. Untuk mendapatkan tempat tidak selamanya kita harus memberikan imbalan dalam bentuk uang. Kita bisa memberi imbalan dalam bentuk lain, contohnya sponsorship. Tentu saja cara ini bisa dilakukan jika pemilik tempat memiliki bisnis. Imbalan sponsorship bisa dilakukan dengan banyak cara, misalnya penggunaan brosur bersama, flyer bersama, mencantumkan merk dia di kemasan produk kita, dan berbagai
macam cara kreatif lainnya sesuai dengan kesepakatan.
5. Meminjam tempat orang lain
Jangan sepelekan dengan kata meminjam. Anda bisa mendapatkan tempat usaha Anda dengan cara meminjam. Cari saja teman atau saudara Anda yang memiliki tempat tetapi tidak dipakai. Pinjam saja dalam suatu waktu tertentu. Tentu saja dengan cara meminjam seperti ini kita tidak bisa melakukannya selamanya, tetapi tidak ada salahnya untuk sebuah batu loncatan.Namun, pada kenyataannya, pada saat kita meminjam tempat, bisa saja malah mengarah kepada profit sharing. Ini akan tergantung pada orang yang akan kita pinjami. Jika seandainya kita meminjam kepada paman yang kebetulan orang kaya, sepertinya tidak akan meminta imbalan. Kenapa tidak dicoba?
6. Kredit bangunan
Kredit bangunan adalah salah satu cara Anda agar tidak perlu menyiapkan dana yang besar. Uang yang diperlukan hanya untuk uang muka saja. Dengan cara ini Anda bisa mendapatkan bangunan (modal) tanpa harus membayar penuh sejak awal. Bayaran yang harus Anda bayar ialah tentu saja bunga kredit. Ini perlu dipertimbangkan dengan hasil yang akan diperoleh. Sebaiknya hasil dari bisnis akan sanggup membayaran cicilan pokok ditambah bunga kreditnya. Jika Anda seorang karyawan dan tidak memiliki cicilan rumah, hal ini bisa dilakukan. Begitu juga jika Anda seorang pebisnis, bisa juga mengajukan kredit jika bisnis Anda sudah berjalan selama minimal 2 tahun dengan penghasilan yang stabil. Cara ke 7 sampai cara ke 11 mirip dengan cara 1, 2, 4, 5, dan 6, hanya bedanya untuk mendapatkan alat produksi.
7. Berbagi keuntungan dengan pemilik peralatan produksi
8. Menggunakan peralatan produksi orang lain untuk penghematan
9. Bisa menggunakan alat orang lain dengan imbalan sponsorship pemilikalat
10. Meminjam alat produksi orang lain
11. Menyicil alat produksi
12. Profit sharing dengan cara memasarkan produk orang lain
Untuk membuat produk perlu sejumlah modal. Tetapi Anda bisa mendapatkannya dengan cuma-cuma jika Anda mau memasarkan produk orang lain. Ini adalah bisnis, bukan sales. Lihat saja toko buku terkemuka
seperti Gramedia, mereka hanya memasarkan produk orang lain. Jadi tidak ada salahnya jika Anda juga melakukan cara yang sama. Berbagai cara bisa Anda lakukan, misalnya menjualnya secara one to one. Atau Anda bisa menjualnya dengan cara menyuruh orang lain untuk menjualkannya lagi. Cara lain ialah dengan mail order, menawarkan produk melalui surat penjual atau memasang iklan di media masa. Jadi meskipun tidak punya produk sendiri, tetapi Anda bisa menjual produk. Cara lain yang lebih pintar ialah dengan cara meminta hak khusus kepada produsen. Hak khusus bahwa hanya Anda yang boleh menjual suatu produk.
Keuntungannya ialah Anda bisa meningkatkan profit penjualan. Apakah produsen mau memberikan hak ini? Pada dasarnya, produsen menginginkan keuntungan lebih, sehingga jika kita menawarkan keuntungan lebih, tidak ada alasan produsen akan menolak. Tinggal tergantung Anda bisa meyakinkannya.
13. Menerima titipan produk orang lain
Ini adalah bentuk lain dari menjual produk orang lain. Jika Anda memiliki tempat yang cukup strategis, Anda bisa melakukan hal ini. Bagaimana mendapatkan produsen yang mau menitipkan produknya? Ada tiga cara,
pertama memanfaatkan jaringan, kedua mencari di iklan, dan ketiga kita yang memasang iklan.
14. Bersama-sama menjual produk dengan orang lain untuk penghematan
Cara selain titip menitip ialah dengan cara menjual secara bersama-sama. Anda bisa memanfaatkan tempat bersama-sama, memanfaatkan stand pameran bersama-sama, atau dengan menggunakan sales force bersamasama.
15. Kredit produk orang lain
Bukan hanya tempat atau alat produksi yang bisa kredit, produk pun bisa. Anda mengkredit produk dari orang lain sementara Anda menjual secara tunai kepada konsumen, hasil dari penjualan ini yang kita gunakan untuk membayar kredit. Contoh nyata dari kisah ini adalah seorang pengusaha di Amerika, dia membuka toko tetapi belum memiliki produknya. Kemudian dia keliling menemui pemasok untuk mendapatkan produk secara kredit. Memang harus banyak yang dicoba dan harus siap mendapat penolakan, namun inilah harga
yang harus kita bayar sebagai ganti uang yang harus kita siapkan. Orang ini sampai menemui 300 lebih pemasok dan mendapatkan pengalaman penolakan yang tidak sedikit.
16. Profit sharing dengan menumpang brosur atau katalog orang lain
Jika memiliki produk untuk dijual (termasuk produk orang lain) lalu tidak memiliki modal untuk promosi, Anda bisa menawarkan sebagian keuntungan kepada orang lain dengan imbalan produk Anda masuk ke brosur atau katalog orang tersebut. Dengan cara ini Anda bisa menghemat modal untuk promosi sampai jutaan rupiah.
17. Penggunaan brosur dan katalog bersamaan
Jika Anda memiliki sedikit uang, cara lain yang bisa digunakan ialah dengan pengunaan brosur atau katalog bersama dengan orang lain. Tujuannya ialah untuk penghematan.
18. Membuat brosur dengan sponsor/iklan produk orang lain
Dengan cara ini Anda bisa membuat brosur dengan gratis. Usahakan mendapatkan iklan cukup sehingga penghasilan dari iklan tersebut bisa menutupi biaya pembuatan brosur.
19. Kredit dalam pembuatan brosur atau katalog
Cara lain ialah kredit pembuatan brosur atau katalog. Memang ada yang mau memberikan kredit kepada kita? Satu-satunya cara untuk mengetahui ialah dengan mencarinya. Mungkin saja ada, kita tidak tahu.
20. Iklan bersama
Kadang-kadang dalam suatu media iklan tidak sebanding dengan ukurannya. Sebagai contoh, untuk iklan kolom setinggi 5 cm harganya Rp 100.000 tetapi untuk iklan setinggi 10 cm harganya Rp 150.000. Untuk menghemat kenapa tidak menggunakan iklan 10 cm tetapi digunakan oleh dua orang, jatuhnya Rp75.000 per orang. Hemat Rp 25.000 atau 25%. Ini hanya contoh, biaya sebetulnya bisa sampai jutaan, sehingga penghematan 25% itu cukup berarti.
21. Iklan dalam iklan (sponsorship)
Jika Anda jeli memperhatikan iklan di media masa, ternyata sudah banyak orang yang melakukan hal ini. Sebagai contoh yang baru saja saya lihat beberapa hari yang lalu ialah iklan sebuah merk HP, ternyata di bagian bawah itu ada yang numpang iklan-iklan yang lainnya, diantaranya counterconter HP di kota tersebut. Bisa saja counter-counter tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya. Iklan gratis bukan?
22. Profit sharing dengan pemilik media
Jika Anda punya kenalan orang yang memiliki media, hal ini bisa ditawarkan. Tentu saja tawaran Anda harus menarik dibanding Anda membayar secara biasa. Sebagai contoh, jika biaya iklan Rp 1.000.000, maka hasil profit sharing untuk media harus lebih besar dari Rp 1.000.000. Memang tidak ada jaminan, tetapi Anda harus mampu meyakinkan dan mau membujuk pemiliki media untuk menanggung resiko bersama, toch dia akan mendapat keuntungan lebih besar jika berhasil.
23. Iklan gratis
Ada lho iklan gratis, di internet sangat banyak. Bahkan media masa pun ada yang menawarkan iklan gratis. Tidak ada salahnya dicoba, kalaupun tidak berhasil, tidak rugi juga.
24. Profit sharing dengan pemilik data base
Jika Anda sudah memiliki produk dan katalog, Anda bisa melakukan promosi dengan memanfaatkan data base orang lain. Biasanya kita harus menyewa atau membeli data base tersebut, tetapi bisa juga dilakukan
dengan cara profit sharing.
25. Sponsorship silang data base.
Mendapat data base A dengan imbalan sponsorship ke data base B, dan sebaliknya. Contoh, Anda memiliki data base dan, kemudian Anda ingin menambah data base dan akan menggunakan data base orang lain dengan imbalan sponsorship bagi pemilik data base tersebut.
26. Penggunaan amplop bersama
Amplop memang murah, tetapi penggunaan amplop bersama akan menghemat cukup banyak uang, karena biaya penanganan amplop lumayan besar. Biaya yang besar adalah biaya pengiriman amplop tersebut kepada pelanggan. Jika biaya pengiriman saja Rp 1.000 per amplop, jika Anda akan mengirim 3000 amplop, biaya diperlukan bisa sampai Rp 3.000.000. Jadi akan menjadi penghematan lumayan jika ditanggung bersama.
27. Profit sharing dengan pemilik web site
Anda bisa profit sharing dengan pemilik web site jika Anda akan promosi di internet. Jika Anda memiliki produk dan bisa dipasarkan melalui internet, Anda bisa menghubungi pemilik-pemilik web site yang sesuai dengan produk Anda tetapi bukan pesaing. Biasanya pada web site ada halaman kontak kami, atau apapun namanya sehingga kita bisa mengkontak alamat email pemilik web. Manfaatkanlah untuk menawarkan usulan Anda. Kirimkan proposal kerja sama yang Anda tawarkan. Diantara pemilik web site, hanya sedikit yang akan menerima tawaran Anda. Oleh karena itu diperlukan ketekunan bagi Anda untuk tetap mencarinya.
28. Penggunaan web site bersama untuk penghematan
Jika Anda memiliki kenalan atau teman yang memiliki web site, Anda bisa menggunakannya bersama. Atau jika belum punya bisa membangun web site bersama sehingga bisa menghemat biaya pembuatan web. Biaya pembuatan web sangat bervariasi mulai dari ratusan ribu (membangun sendiri) sampai ratusan juta, tergantung kecanggihan web yang akan kita bangun.
29. Nampang produk di web orang lain, bayar setelah produk laku
Cara yang lainnya ialah dengan menampilkan produk kita di web site dan membayar setelah produk laku. Tentu saja Anda harus mencarinya dan apa keuntungan yang akan diberikan oleh kita kepada pemilik web site.
30. Masang iklan di web site orang lain dengan imbalan mempromosikan
web tsb di tempat lain Teman saya akan menyelenggarakan seminar, kemudian dia meminta saya untuk mempromosikan seminarnya di www.motivasi-islami.com dan saya mendapat imbalan promosi di brosur, selebaran, serta spanduk.
31. Promosi di web site dengan cara kredit
Kredit pun bisa digunakan, namun tidak semua pemilik web site mau, bahkan hanya sedikit yang mau. Satu-satunya cara ialah dengan mencarinya dan manfaatkan jaringan Anda, siapa yang memiliki web site dan mau dibayar secara kredit?
32. Profit sharing dengan pemilik Database email
Agar dapat memasarkan produk melalui email marketing, Anda perlu data base email yang cukup banyak. Ada dua cara, mengumpulkan alamat tersebut atau membelinya. Anda tidak bisa sembarangan mengumpulkan alamat email, harus dengan prosedur tertentu agar tidak dianggap SPAMMING yang di Amerika sana sudah menjadi pelanggaran hukum, setidaknya tidak etis. Untuk mengumpulkan alamat email tersebut perlu waktu dan membeli alamat email tentu perlu uang. Masih ada cara ketiga yaitu profit sharing dengan orang yang memiliki data base email. Ini bisa menghemat biaya.
33. Penggunaan Database email bersama untuk penghematan
Mirip dengan no 32, tetapi data base email tersebut adalah milik bersama. Anda dan rekan Anda bisa patungan membeli data base email tersebut.
34. Nampang produk di Database email orang lain, bayar setelah produk laku Mirip dengan no 29, tetapi memasang iklan di email yang akan dikirim ke data base email orang lain.
35. Masang iklan di milist orang lain dengan imbalan mempromosikan milist tsb di tempat lain Milist, contoh yang terkenal adalah yahoogroup, bisa dijadikan ajang promosi. Sebagian ada yang gratis, sebagian ada yang justru tidak boleh, dan sebagian ada yang boleh dengan bayaran. Yang ketiga ini biasanya lebih
baik, namun perlu bayaran. Jika tidak punya (tidak mau mengeluarkan) uang, bisa dengan tawaran yang lain, misalnya dengan imbalan bahwa Anda akan mempromosikan milist tersebut pada media lain atau cara lain.
36. Promosi di milist dengan cara kredit
Cara lain untuk promosi di milist ialah dengan cara kredit. Cari saja, mungkin saja ada yang mau memberi. Yang paling mudah tentu dari kenalan Anda. Ebook adalah media elektronik yang bisa dimanfaatkan untuk promosi suatu produk atau web site. Cara dan idenya hampir sama dengan promosi di web site atau dimilist, jadi saya tidak perlu membahas lagi.
37. Profit sharing dengan pemilik ebook
38. Penggunaan ebook bersama untuk penghematan
39. Nampang produk di ebook orang lain, bayar setelah produk laku
40. Masang iklan di ebook orang lain dengan imbalan mempromosikan ebook tsb di tempat lain
41. Promosi di ebook dengan cara kredit
42. Memasang iklan di ebook gratis
43. Dapatkan uang muka untuk membayar biaya produksi
Saya punya teman yang berbisnis dengan modal dengkul, caranya ialah dengan mendapatkan uang muka dari barang yang dia tawarkan. Dari uang muka tersebutlah dia membiayai produksi. Kenapa Anda tidak mencoba memulai bisnis dengan sistem ini.
44. Dapatkan uang muka untuk membayar gaji Cara lain untuk memanfaatkan uang muka adalah untuk membayar gaji karyawan.
45. Bayar gaji berdasarkan dengan komisi berdasarkan hasil kerja
Ini kebalikan cara no 45, Anda bisa membayar gaji karyawan berdasarkan hasil kerja atau setelah produknya laku terjual. Tentu saja ini harus ada kesepakatan dengan para karyawan, termasuk kalau seandainya produk tersebut lama terjual. Yang paling sering dilakukan dengan cara ini ialah membayar gaji tenaga sales. Sering kali perusahaan hanya membayar sesuai dengan produk yang laku dijual oleh sales.
Cara no 1 sampai 45 adalah cara-cara kita dapat menjalankan bisnis, mulai mendapatkan tempat, bisa memproduksi produk, sampai bisa memasarkan produk dengan biaya kecil atau tanpa biaya sama sekali. Memang tidak mudah, segala sesuatu ada bayarannya, jika bukan uang tentu saja dengan ketekunan dan kerja keras kita.
BACA SELANJUTNYA 101 Cara Kreatif Mendapatkan Modal bagian 2
Demikianlah Artikel Cara kreatif Mendapatkan Modal
Sekianlah artikel Cara kreatif Mendapatkan Modal kali ini, mudah-mudahan bisa memberi manfaat untuk anda semua. baiklah, sampai jumpa di postingan artikel lainnya.
Anda sekarang membaca artikel Cara kreatif Mendapatkan Modal dengan alamat link https://jambengi.blogspot.com/2012/01/101-cara-kreatif-mendapatkan-modal.html